Senin, 02 April 2012

Sistem komunikasi Satelit


Sistem komunikasi satelit merupakan sistem komunikasi yang banyak dipilih dibandingkan dengan sistem komunikasi lain berdasarkan kemudahan dalam instalasinya, karena dengan sistem komunikasi satelit letak geografis bukan lagi menjadi hambatan. Sistem komunikasi satelit adalah suatu sistem komunikasi dengan media transmisi sinyal yaitu gelombang mikro, hubungan komunikasi dengan memanfaatkan satelit sebagai repeater (pengulang), sehingga hubungan komunikasi dapat dilakukan antara user yang satu dengan user lainnya dapat berjalan dengan baik. Sistem komunikasi satelit adalah sistem komunikasi yang media   transmisinya /alat penyampaiannya menggunakan satelit dan salah satu sarana atau infrastruktur yang digunakan untuk aplikasi broadband multimedia dan pertukran informasi.
 Seperti sudah diketahui, telekomunikasi dengan gelombang mikro harus memenuhi persyaratan Line of Sight (LOS), sehingga dalam jaringan gelombang mikro diperlukan stasiun-stasiun pengulang yang dipasang di tempat-tempat yang tinggi. Dengan menggunakan satelit, maka letak repeater yang tinggi merupakan solusi dari persyaratan LOS tersebut.

Sistem komunikasi satelit sangat didasari oleh teknologi wireless acces. Sistem komunikasi satelit yang akan dibahas dan sekaligus dijadikan referensi dalam mengetahui pengaruh crosspol pada satelit Telkom, adapun keunggulan dan kelemahan pada sistem  komunikasi satelit adalah sebagai berikut :

Ø  Keunggulan Komonikasi Satelit :
Cakupan yang luas. Bisa satu Negara, satu
   wilayah, satu daerah ataupun satu benua,
Bandwith yang tersedia cukup lebar,
Instalasi jaringan segmen bumi yang cepat

Ø  Kelemahan Komunikasi Satelit :
Delay propagasi besar
Rentan terhadap pengaruh atmosfir,adapun pembagian komponen sistem               komunikasi

 Sebuah satelit beredar mengelilingi bumi pada suatu daerah lintasan yang dinamakan dengan orbit. Orbit adalah hal yang sangat penting dan mendasar, karena hal ini akan menentukan rugi dan waktu keterlambatan (delay time) dari sebuah alur transmisi dan daerah lingkup bumi. Untuk satelit komunikasi, jenis orbitnya adalah orbit geostasioner (geosynchronous orbit). Orbit geostasioner adalah suatu orbit yang posisinya berhimpit dengan bidang equator bumi dan ketinggiannya kurang lebih 36.000 km dari permukaan bumi. Pada orbit geostasioner ini, kecepatan yang digunakan satelit melakukan revolusi mengelilingi satu putaran bumi sama dengan bumi melakukan rotasi pada sumbunya. Akibatnya satelit akan terlihat dari satu titik lokasi di bumi seolah-olah relatif diam.
Meskipun satelit geostasioner keberadaannya diam pada posisi orbitnya, akan tetapi pada kenyataannya senantiasa bergerak dari posisi sebenarnya. Ada dua arah pergeseran satelit yaitu, pergeseran latitude dan pergeseran longitude. Pergeseran latitude disebabkan oleh gaya gravitasi bulan dengan matahari, sedangkan pergeseran longitude disebabkan oleh tidak seragamnya medan gravitasi bumi dengan tekanan radiasi sinar matahari.
Dalam peredarannya mengelilingi bumi, satelit dijaga dalam sebuah box keeping. Box keeping ini merupakan sebuah kotak imajiner yang berfungsi untuk mengontrol pergerakan satelit dan sebagai indikator posisi satelit di orbit. Keberadaan box keeping ini akan mempengaruhi perubahan nilai dari Cross Polarization Interference (CPI). Batas toleransi pergerakan satelit di dalam box keeping adalah sebesar 0,05º. Hal ini dilakukan agar pengaruh yang ditimbulkan tidak terlalu besar.