Sistem komunikasi satelit merupakan
sistem komunikasi yang banyak dipilih dibandingkan dengan sistem komunikasi
lain berdasarkan kemudahan dalam instalasinya, karena dengan sistem komunikasi
satelit letak geografis bukan lagi menjadi hambatan. Sistem komunikasi satelit
adalah suatu sistem komunikasi dengan media transmisi sinyal yaitu gelombang
mikro, hubungan komunikasi dengan memanfaatkan satelit sebagai repeater (pengulang), sehingga hubungan
komunikasi dapat dilakukan antara user
yang satu dengan user lainnya dapat
berjalan dengan baik. Sistem komunikasi satelit adalah sistem komunikasi
yang media transmisinya /alat
penyampaiannya menggunakan satelit dan salah satu sarana atau infrastruktur
yang digunakan untuk aplikasi broadband multimedia dan pertukran informasi.
Seperti sudah
diketahui, telekomunikasi dengan gelombang mikro harus memenuhi persyaratan Line of Sight (LOS), sehingga dalam
jaringan gelombang mikro diperlukan stasiun-stasiun pengulang yang dipasang di
tempat-tempat yang tinggi. Dengan menggunakan satelit, maka letak repeater yang tinggi merupakan solusi
dari persyaratan LOS tersebut.
Sistem
komunikasi satelit sangat didasari oleh teknologi wireless acces. Sistem komunikasi satelit yang akan dibahas dan
sekaligus dijadikan referensi dalam mengetahui pengaruh crosspol pada satelit Telkom, adapun keunggulan dan kelemahan pada
sistem komunikasi satelit adalah sebagai
berikut :
Ø Keunggulan Komonikasi Satelit :
‐ Cakupan yang luas. Bisa satu
Negara, satu
wilayah, satu
daerah ataupun satu benua,
‐ Bandwith yang tersedia cukup
lebar,
‐ Instalasi jaringan segmen bumi
yang cepat
Ø Kelemahan Komunikasi Satelit :
‐ Delay propagasi besar
‐
Rentan terhadap pengaruh atmosfir,adapun pembagian komponen sistem komunikasi
Sebuah
satelit beredar mengelilingi bumi pada suatu daerah lintasan yang dinamakan
dengan orbit. Orbit adalah hal yang sangat penting dan mendasar, karena hal ini
akan menentukan rugi dan waktu keterlambatan (delay time) dari sebuah alur transmisi dan daerah lingkup bumi.
Untuk satelit komunikasi, jenis orbitnya adalah orbit geostasioner (geosynchronous orbit). Orbit
geostasioner adalah suatu orbit yang posisinya berhimpit dengan bidang equator
bumi dan ketinggiannya kurang lebih 36.000 km dari permukaan bumi. Pada orbit geostasioner ini, kecepatan yang digunakan
satelit melakukan revolusi mengelilingi satu putaran bumi sama dengan bumi
melakukan rotasi pada sumbunya. Akibatnya satelit akan terlihat dari satu titik
lokasi di bumi seolah-olah relatif diam.
Meskipun satelit
geostasioner keberadaannya diam pada posisi orbitnya, akan tetapi pada
kenyataannya senantiasa bergerak dari posisi sebenarnya. Ada dua arah
pergeseran satelit yaitu, pergeseran latitude
dan pergeseran longitude.
Pergeseran latitude disebabkan oleh
gaya gravitasi bulan dengan matahari, sedangkan pergeseran longitude disebabkan oleh tidak seragamnya medan gravitasi bumi
dengan tekanan radiasi sinar matahari.
Dalam peredarannya
mengelilingi bumi, satelit dijaga dalam sebuah box keeping. Box keeping ini merupakan sebuah kotak imajiner yang
berfungsi untuk mengontrol pergerakan satelit dan sebagai indikator posisi
satelit di orbit. Keberadaan box keeping ini
akan mempengaruhi perubahan nilai dari Cross
Polarization Interference (CPI). Batas toleransi pergerakan satelit di
dalam box keeping adalah sebesar
0,05º. Hal ini dilakukan agar
pengaruh yang ditimbulkan tidak terlalu besar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar